Kisah Pohon KEHIDUPAN

Kemarin ketika ikut acara perayaan ibadat kamis putih di gereja, ada kisah menarik dari romo (pemuka agama) yang ingin aku share di blog ini. Ada sebuah kisah tentang seorang wanita muda  yang sedang mengalami penderitaan penyakit kanker dan harus dirawat secara intensif di rumah sakit. Sang dokter ahli telah menyatakan (vonis) bahwa usia wanita muda tersebut hanya tinggal beberapa bulan saja karena penyakit kanker yang diderita pasien sudah pada tahap mengerikan (kritis).

Wanita itu kemudian di dirawat kamar pasien untuk menjalani berbagai perawatan medic yang sekiranya di butuhkan.  Di kamar pasien, ia (wanita muda) tidak sendirian saja karena ada pasien lain (seorang ibu tua) yang juga menderita penyakit dalam juga.mereka hanya berdua saja di ruang perawatan itu. Ia berbaring di ranjang yang dekat dengan jendela yang mana di luar jendela terdapat sebuah taman yang indah, sedangkan sang ibu tua berada di seberang kanan ranjang wanita muda ini.  Hari berganti hari, minggu berganti minggu.Beberapa percakapan kecil sering terjalin antara mereka. hingga pada suatu moment sang ibu tua ini penasaran dan bertanya kepada wanita muda itu.

Ibu Tua : Nak apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa kamu sering memandang keluar jendela sambil melamun?

Wanita muda : Hidup ku sudah tak mungkin lagi dapat di selamatkan…dulu saya pernah menjalani operasi kanker dan berhasil sembuh, namun itu hanya untuk beberapa tahun saja. Dan pada kenyataan’nya penyakit ini kembali menghampiri aku, dan malah semakin parah.

Wanita muda : sekarang hidup ku tinggal menunggu waktu saja, seperti daun-daun pada pohon di taman itu  yang terus berguguran (karena pada saat itu sedang musim gugur). Pasti pada saat daun terakhir pohon itu gugur, begitu pula diri ini. Pasti akan berhenti bernafas….

Ibu Tua: Hussh..!!! gak boleh kecil hati begitu…!!!

Wanita itu diam saja tak menghiraukan apa yang ibu tua itu katakan dan tetap terus memandang keluar jendela. Melihat rasa putus asa yang di derita teman sekamarnya, sang ibu tua merasa sedih dan sangat ingin menghibur wanita muda itu.

Ibu tua itu adalah seorang pelukis,namun ia hanyalah pelukis amatiran. Ketika masih muda ia mempunyai mimpi untuk menjadi seorang pelukis handal namun apa daya karena beberapa faktor seleksi kehidupan beground pendidikan dan tingkat kreativitasnya terhenti hanya sampi batas amatir saja (mentok).

Pada suatu malam ketika wanita muda itu tertidur pulas, sang ibu tua turun dari ranjang kamarnya dan mengambil peralatan lukisnya. Ia (ibu tua) keluar ke taman untuk melukis sembari menatap wajah wanita muda kawan sekamarnya, ia menuangkan segala kemampuan yang ia bisa untuk melukis dengan hati dan ketulusan jiwa………. dan tak lama kemudian ia pun kembali berbaring keranjangnya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, daun-daun pun berguguran semakin banyak hingga hanya meninggalkan satu daun saja di ujung pohon. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, daun terakhir itu masih saja tetap teguh pada pendiriannya,  daun itu tetap saja tidak gugur dan tetap beratahan disana. Wanita muda itu terheran menandang pohon itu, dan mulai berpikir keras. “jika pohon ini saja bisa bertahan maka aku pun juga harus bisa, meskipun hanya untuk sementara” kata wanita muda itu dalam hati.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Wanita muda itu pun merubah pola pikirnya dan mulai memperjuangkan hidupnya untuk tetap bertahan. Ia mulai mau meminum obat menjalani berbagai perawatan, nafsu makannya mulai kembali. Melihat perubahan itu sang ibu hanya tersenyum, namun sang ibu tak dapat bertahan akibat faktor usia dan komplikasi penyakitnya. Beberapa hari kemudian sang ibu pun meninggal dunia. Sedangkan wanita muda itu kesehatannya berangsur-angsur membaik…..

Tamat.

Sebenarnya daun terakhir yang ada di ujung  pohon itu adalah hasil dari lukisan sang ibu tua yang di ikatkan di ujung pohon. Apalah arti sebuah lukisan seorang amatir yang bahkan di jual pun mungkin gak bakal laku. Namun keiklhasan & ketulusan jiwa sang ibu tua mampu memberikan semangat hidup bagi wanita muda itu.

Iklan

Tentang krismeskeos

I'm just stupid ass hole among the holly people.....
Pos ini dipublikasikan di BA_BI_BU_BE_BO, Celoteh dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kisah Pohon KEHIDUPAN

  1. Pakbuz berkata:

    manteb boy… ^^/

    slain itu, sepertinya dirimu tlah menerapkannya ama beberapa temenku n aq…

    memberikan hal terbaik pada dunia membuat diri kita memahami hakekat menjadi manusia.. ^^/

  2. krismeskeos berkata:

    @Pakbuz : gw cm manusia yang gak sempurna gan, banyk kurang’x (kurang gemuk, krng putih, kurang AJAR hehehe)
    tp syukurlah lok u isa enjoy berkawand ama gw.. ngakak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s