Gimana sih Cara Menulis?

“Gimana sich cara menulis?”

“Kamu dapat idea dari mana koq isa nulis bagus gini?”

Ya kurang lebih seperti itulah pertanyaan yang sering saya tanyakan ke beberapa teman2 saya yang memang pandai (berbakat) menulis, entah itu puisi, cerpen, atau hanya sekedar joke.

Apakah kreativitas itu jatuh dari langit?

Adilkah bila kita menganggap seseorang lebih kreatif ketimbang orang lainnya?

Menurut beberapa ahli, itu semua NONSENSE!!!

Memang benar kreativitas itu bakat dan anugerah, tapi tak berarti tak bisa diasah dan dibentuk.

Kita sendiri juga bisa menciptakan kreativitas

Tiap orang pasti bisa menulis…

Yang jadi pertanyaan pun harusnya bukan: ”Gimana sih cara menulis?”

Yang benar: ”Gimana sih cara menulis tulisan yang mengalir lancar dan enak dibaca?”

Karena rasa penarasan itu akhirnya berusaha mencari jawabannya (browser googeling). Hingga saya menemukan sebuah artikel  yang nenceritakan tentang pergelutan penulis yang sedang belajar untuk menulis secara profesional.  Ketika pertama kalinya menulis secara profesional. Dia harus menulis 5 artikel sehari. Dengan ”hukuman” tambahan 1 artikel setiap kali tidak sanggup menyelesaikannya. Dan dia sukses menangis saat akumulasi hukuman mencapai 20 artikel.

Pada boss’nya dia berkata, ”Bukan nyerah, Mas *hiks hiks* Tapi ajarin saya nulis *hiks hiks* Saya lho nggak pernah ngirim cerpen ke Bobo semasa SD *hiks hiks srooot* Gimana bisa nulis dua puluh artikel kalau nggak tahu caranya?”

Si Boss malah tersenyum. ”Ah, kamu tahu kok. Buktinya sekarang ini, bisa ngomong sama saya, berarti kamu bisa menulis.”

Satu kalimat, ”Bisa ngomong, berarti bisa menulis,” itulah yang tiba-tiba menyentak dirinya (termasuk saya “onesh swan”). Oalaaa, ternyata begitu toch caranya.

Simpel saja. SELAMA MENULIS, BAYANGKAN ANDA NGOBROL DENGAN PEMBACA!

Sesuaikan Gaya Bahasa

Ketika ngobrol, Anda gunakan kalimat baku dengan ejaan yang disempurnakan, ataukah bahasa gaul sehari-hari? Tergantung orang yang diajak ngobrol dan situasi bukan? Artinya, bila pembaca kalangan akademisi dalam situasi formal (misal: skripsi, diktat), gunakan kalimat baku. Bila pembaca kalangan umum dalam situasi santai (misal: postingan blog), ah… Anda sudah tahu jawabnya.

Singkat Itu Nikmat

Ketika ngobrol, sanggupkah Anda melontarkan kalimat sepanjang lima meter dalam satu tarikan napas? Berapa kata paling banyak? Nah, batasi kata dalam tiap kalimat sebanyak itu pula. Yang singkat lebih nikmat. Semasa SMA saya pernah membuang surat cinta saat baru membaca lembar kedua (dari 10 lembar HVS Folio!). Dan langsung leleh ketika seseorang mengucapkan 2 patah saja, ”Kamu cantik.” Mengerti maksud saya?

Rajin Mendengar, eh… Membaca

Saat ngobrol, mana yang lebih baik: lebih banyak menyerocos, atau lebih banyak mendengarkan? Begitu pula dengan menulis. Gemar membaca wajib hukumnya. Dengan begitu, makin banyak kosakata yang Anda kenali. Dan saat menulis, Anda takkan lagi bingung memilih kata.

Dan… IYA! Menulislah!

*ngakak* Pasti sudah bosan ya disodori kalimat, ”Kalau ingin bisa menulis, seringlah menulis.” Maaf, tapi itu memang benar adanya. Toh, bisa dibikin simpel. Tahu trik paling gampang? Jatuh cinta!
Saat jatuh cinta, perasaan campur aduk kan? Manfaatkan masa-masa ekstatik halusinatik itu untuk berlatih menulis. Tulis puisi tentang bulu mata lentiknya. Tulis surat penuh rayuan gombal untuknya. Tulis apa pun tentang dia di buku harian (atau di notes yang nantinya dibuang deh, kalau tidak ingin dibilang ”emo”, hehe…). Dan saat kembali berpijak ke bumi, Anda sudah menulis cukup banyak. Dan cukup berpengalaman untuk menulis tema-tema yang lebih serius.

Iklan

Tentang krismeskeos

I'm just stupid ass hole among the holly people.....
Pos ini dipublikasikan di BA_BI_BU_BE_BO dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s